Thursday 26 February 2009

Coklat Lebih Dasyat Dari Ciuman

Selain dikenal sebagai sebagai makanan kaya khasiat, coklat ternyata lebih asyik dari sebuah ciuman paling hot sekalipun. Studi yang dilakukan para peneliti Inggris ini meyakini satu hal bahwa membiarkan coklat meleleh di dalam mulut terbukti mampu meningkatkan detak jantung dan lebih mendongkrak gairah daripada berciuman, seperti dikutip dari AFP.

"Hasil ini sangat mengejutkan. Tak ada keraguan bahwa coklat memang membuat seseorang lebih bersemangat ketimbang berciuman dengan kekasih, karena makan coklat lebih cepat merangsang jantung dan coklat dibanding sensasi yang didapat saat berciuman," jelas David Lewis, psikologis yang mengepalai studi yang merekam aktivitas otak dan jantung para relawan saat makan coklat dan berciuman.

Studi ini melibatkan 12 relawan dengan kisaran usia 20an. Mereka diminta mengenakan monitor jantung dan elektroda yang dipasang pada kepala mereka, untuk mengukur detak jantung dan aktivitas otak. Kemudian mereka diminta makan sepotong cokelat hitam sampai meleleh tanpa mengunyahnya, dan kemudian diminta mencium pasangan mereka.

Para peneliti kemudian menganalisa hasil rekaman aktivitas otak dan detak jantung para relawan. Hasilnya, ciuman penuh nafsu sekalipun tak bisa menandingi gairah yang didapat saat coklat meleleh di dalam mulut. Rangsang yang diciptakan saat cokelat meleleh di dalam mulut terbukti bisa mengirim sensor ke semua wilayah otak jauh lebih intens dibandingkan sensasi yang timbul saat berciuman.

"Sebelumnya kami sudah menduga cokelat hitam mampu meningkatkan detak jantung karena cokelat mengandung bahan-bahan yang merangsang. Namun yang membuat kita kagum adalah lamanya peningkatan dan pengaruhnya pada otak sangat mengagumkan, bahkan ciuman paling panas pun kalah dengan sepotong coklat yang meleleh di mulut," Lewis, mantan psikologis dari Universitas Sussex yang saat ini membuka laboratorium pribadi bernama The Mind Lab.

Studi tentang coklat hitam dan gairah seksual juga pernah dilakukan sebelumnya oleh Dr. Andrea Salonia. Dalam pertemuan European Society for Sexual Medicine, Desember lalu, peneliti berkebangsaan Italia ini menyatakan coklat mampu membuat mood lebih terpenuhi, karena coklat diprediksinya mengandung lebih dari 300 substansi kimia, termasuk kafein dalam jumlah kecil, terobomin, dan phenylethylamine (stimulan yang terkait dengan amfetamin), yang terbukti bisa menaikkan minat dan fungsi seksual.

Lewis mencatat kenaikan detak jantung setelah mengkonsumsi cokelat hitam. Dari 12 relawan yang diteliti, detak jantung mereka naik dari 60 detak per menit melonjak menjadi 140 detak per menitnya. Nah, bagaimana dengan Anda, apa yang akan Anda pilih untuk menaikkan detak jantung Anda? Coklat atau ciuman?

No comments:

Post a Comment