Selingkuh kini sudah jadi tradisi. Entah dari masa asalnya, selingkuh tiba-tiba dianggap indah dan merupakan sesuatu yang disahkan. Banyak tema lagu selingkuh yang kerap kita dengar, sebut saja TEMAN TAPI MESRA dari Ratu, JADIKAN AKU YANG KEDUA dari suara manis Astrid, maupun band-band lain yang sering kita dengar. Tapi, jika selingkuh ketahuan sang pacar, bisa jadi malapetaka, tidak hanya putus, akan ada dendam bahkan pembalasan untuk mereka yang selingkuh.
Bagaimana sih caranya biar tidak ketahuan..?
1. Untuk para penyelingkuh, harus memperhatikan rambu-rambu selingkuh. Utamanya, jangan meninggalkan jejak yang nantinya gampang diketahui sang pacar. Contohnya aja, semua Inbox maupun Outbox yang ada di telepon genggam harus bersih, saat ketemu. Jangan pernah meninggalkan tanda apapun di baju, celana, apalagi di badan sendiri. Dan juga tidak boleh menerima atau memajang barang apapun yang akan mengundang kecurigaan. Misalnya saja, dapat boneka atau miniatur F1, segera saja deh simpan di lemari.
2. Jangan memberikan nomor telepon yang sama kepada pacar dan selingkuhan. Kalau bisa sih, punya beberapa telepon dalam satu waktu. Kalau tidak ada, manfaatkan kartu perdana murah. Atau dengan alasan lain, "Maaf handphone-ku dipinjam teman."
3. Alamat rumah perlu dirahasiakan dari selingkuhan. Karena biasanya, selingkuhan sering nekat datang ke rumah jika tidak dihubungi dalam jangka beberapa waktu lamanya.
4. Sedikit memberikan keterangan palsu yang menaikan derajat, harkat, dan martabat. Misalnya saja, "Ini mobilku". Padahal, sepeda motor aja pinjaman. Jadi, jika ketemu dijalan, selingkuhan tidak akan tahu dan menyapa jika kita bersama sang pacar.
5. Sama seperti nomor telepon, usahakan juga punya beberapa alamat email. Kadang berpura-pura 'gaptek' bisa juga jadi syarat selingkuh. Berpura-pura tidak bisa internet, padahal punya segudang pacar walaupun dalam dunia maya melalui chatting.
6. Siapkan berbagai rencana, jawaban, alasan, maupun karangan cerita untuk berjaga-jaga. Siapa tahu sang pacar curiga dan menanyakan hal yang macam-macam. Kalau untuk hal ini, diusahakan belajar menatap matanya dan sedikit belajar memelas bahkan menangis.
7. Jangan terlalu banyak berbicara mengenai hal-hal baru. Banyak kejadian seperti ini yang akhirnya menjebak. Contohnya, saat sang pacar membahas tentang cerita film baru, biasanya kita tidak mau kalah dengan menjawab, "Oh iya, ceritanya bla..bla..bla.."
8. Sesuaikan jadwal kencan. Bila perlu seperti kursus, senin-kamis, selasa-jumat, dan lain-lain. Dan bila memungkinkan, berilah satu hari ekstra untuk diri sendiri, jadi seumpamanya sang pacar sudah mulai curiga, Anda bisa membuktikannya di satu hari luang itu. Yang paling penting, buat rencana dengan bersela-sela, jangan monoton.
9. Koleksilah beberapa parfum, khususnya parfum yang sama dengan milik selingkuhan atau pacar. Simpanlah di botol-botol kecil sehingga bisa disemprotkan kapan saja, tanpa meninggalkan aroma lain. Jika memungkinkan, bawalah baju cadangan jika ingin bertemu pacar dan selingkuhan dalam waktu yang hampir sama.
10. Saat membawa selingkuhan jalan-jalan, jangan pernah menyapa penjaga toko, penjual karcis bioskop, atau ke tempat-tempat yang dikenal sang pacar. Banyak yang menyukai kita, tapi lebih banyak lagi yang tidak suka melihat kita selingkuh.
11. Jangan pernah menjanjikan apa-apa kepada selingkuhan, baik materi, janji, maupun kata-kata indah.
12. Ceritakan kepada selingkuhan, jika Anda sudah mempunyai pasangan. Biasanya, ini jurus jitu yang langsung mematahkan pemikiran bahwa Anda salah telah berselingkuh. 'Lha wong sama-sama mau kok'.
13. Usahakan jangan serius menceritakan masalah yang dihadapi kepada selingkuhan, karena semua itu bisa menjadi boomerang untuk diri kita sendiri. Ingatlah, jika selingkuhan itu nekat.
14. Jangan berbuat sesuatu yang berlebihan dengan selingkuhan. Apalagi melebihi sang pacar, lain halnya jika Anda selingkuh untuk mendapatkan yang lebih baik.
Namun, seperti kata pepatah, 'Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga'. Sepintarnya kita menyimpan rahasia jelek, pasti dampaknya akan buruk di kemudian hari. Selingkuhan bisa menyenangkan jika kita seperti tupai yang belum pernah jatuh....
Thursday 26 February 2009
Kenali Sifat Pacar Saat Dia Selingkuh
Pacar selingkuh sepertinya 'agak' menjadi trend saat ini. Bukan hanya artis, bahkan pedagang bakso pun bisa selingkuh. Sejalan dengan 'wajarnya' perselingkuhan diantara kita, wajib untuk kita ketahui tanda-tanda yang mencerminkan ketidaksetiaan pasangan. Apa iya ada kucing gak nolak ikan?
Gejala-gelaja pacar selingkuh:
1. Sok Jadi Pacar Setia
Biasanya, pasangan kita akan lebih mesra. Tiba-tiba memberikan bingkisan atau kejutan yang tidak pernah kita duga. Inilah alih-alih agar kita terlena, dan berpikir bahwa dialah pasangan idaman kita. Jelasnya, biar kita tidak curiga.
2. Sering Marah
Yang namanya selingkuh, pasti pasangan kita akan cemas. Dan dibalik kecemasan itu, dia harus menyimpan kebohongan serapi mungkin. Hal-hal sepele berubah menjadi masalah besar. Atau bisa jadi, karena pasangan ingin kita duluan yang mengucapkan kata putus. Kalau sudah begini, kita harus siap-siap perang mulut dan batin.
3. Cemburu Berlebihan
Tidak semua pasangan yang cemburu berarti sayang sama kita. Untuk gejala satu ini memang cukup membingungkan, kadang kita bisa berpikir si dia memang posesif atau dia sedang selingkuh. Intinya, kita harus waspada, saat kecemburuan mulai diluar batas, segera tanyakan ke pasangan.
4. Sering Salah Bicara
Kalau gejala satu ini agak cepat dikenali, dimana pasangan akan sering membuat kesalahan dan terjebak dalam pembicaraan mereka sendiri. Coba aja menanyakan pertanyaan secara berulang dalam satu waktu, jika jawabannya beda-beda, tidak salah lagi, si dia selingkuh!
5. Ganti Hobi
Tiba-tiba saja pasangan berubah romantis, biasanya mendengarkan musik cadas, jadi musik melankolis. Atau juga, yang tadinya hobi basket, bisa berubah jadi suka baca ramalan bintang. Tidak ada yang bisa merubah manusia sedemikian drastis, kecuali jatuh cinta.
6. Sering Membatalkan Janji
Selalu saja ada alasan untuk tidak ketemu, ini merupakan gejala yang harus diwaspadai. Kecuali, kalau kita bisa membuktikan dimana, kemana, dan sama siapa dia saat itu.
7. Banyak Telepon Nyasar
Saat bersama pasangan, selalu saja ada telepon yang tidak diangkat dengan alasan salah sambung. Atau bisa juga saat ketemuan, telepon pasangan selalu dimatikan. Alasanya, biar tidak menggangu..atau terganggu?
8. Banyak Tuntutan
Pasangan mulai menuntut yang aneh-aneh, apalagi nyantol ke nama-nama lain, misalnya: "Kamu agak cakep dikit dong, kayak Brad Pitt."
9. Berseri-seri
Jatuh cinta itu berjuta rasanya, apalagi saat selingkuh, perasaan lebih berdebar-debar. Ingat saja waktu kita jadian pertama kali dengannya, kalau tiba-tiba dia mengulangi kejadian itu, kita jangan besar kepala dulu. Siapa tahu bukan kita yang dicintainya...
10. Sering Melamun
Tidak ada hujan dan angin, pasangan sering melamun. Tapi, ditanyakan dulu... Jangan-jangan malah dia yang berpikir kalau kita selingkuh.
Gejala-gelaja pacar selingkuh:
1. Sok Jadi Pacar Setia
Biasanya, pasangan kita akan lebih mesra. Tiba-tiba memberikan bingkisan atau kejutan yang tidak pernah kita duga. Inilah alih-alih agar kita terlena, dan berpikir bahwa dialah pasangan idaman kita. Jelasnya, biar kita tidak curiga.
2. Sering Marah
Yang namanya selingkuh, pasti pasangan kita akan cemas. Dan dibalik kecemasan itu, dia harus menyimpan kebohongan serapi mungkin. Hal-hal sepele berubah menjadi masalah besar. Atau bisa jadi, karena pasangan ingin kita duluan yang mengucapkan kata putus. Kalau sudah begini, kita harus siap-siap perang mulut dan batin.
3. Cemburu Berlebihan
Tidak semua pasangan yang cemburu berarti sayang sama kita. Untuk gejala satu ini memang cukup membingungkan, kadang kita bisa berpikir si dia memang posesif atau dia sedang selingkuh. Intinya, kita harus waspada, saat kecemburuan mulai diluar batas, segera tanyakan ke pasangan.
4. Sering Salah Bicara
Kalau gejala satu ini agak cepat dikenali, dimana pasangan akan sering membuat kesalahan dan terjebak dalam pembicaraan mereka sendiri. Coba aja menanyakan pertanyaan secara berulang dalam satu waktu, jika jawabannya beda-beda, tidak salah lagi, si dia selingkuh!
5. Ganti Hobi
Tiba-tiba saja pasangan berubah romantis, biasanya mendengarkan musik cadas, jadi musik melankolis. Atau juga, yang tadinya hobi basket, bisa berubah jadi suka baca ramalan bintang. Tidak ada yang bisa merubah manusia sedemikian drastis, kecuali jatuh cinta.
6. Sering Membatalkan Janji
Selalu saja ada alasan untuk tidak ketemu, ini merupakan gejala yang harus diwaspadai. Kecuali, kalau kita bisa membuktikan dimana, kemana, dan sama siapa dia saat itu.
7. Banyak Telepon Nyasar
Saat bersama pasangan, selalu saja ada telepon yang tidak diangkat dengan alasan salah sambung. Atau bisa juga saat ketemuan, telepon pasangan selalu dimatikan. Alasanya, biar tidak menggangu..atau terganggu?
8. Banyak Tuntutan
Pasangan mulai menuntut yang aneh-aneh, apalagi nyantol ke nama-nama lain, misalnya: "Kamu agak cakep dikit dong, kayak Brad Pitt."
9. Berseri-seri
Jatuh cinta itu berjuta rasanya, apalagi saat selingkuh, perasaan lebih berdebar-debar. Ingat saja waktu kita jadian pertama kali dengannya, kalau tiba-tiba dia mengulangi kejadian itu, kita jangan besar kepala dulu. Siapa tahu bukan kita yang dicintainya...
10. Sering Melamun
Tidak ada hujan dan angin, pasangan sering melamun. Tapi, ditanyakan dulu... Jangan-jangan malah dia yang berpikir kalau kita selingkuh.
Curhat, Awas Keterusan Selingkuh,,,
Dalam dunia cinta, istilah selingkuh tak pernah terlepas di dalamnya. Salah satu sisi negatif dalam hubungan antara dua insan ini seringkali menjadi pemicu masalah yang bisa berbuntut ke arah perpisahan.
Tapi seringkali terlintas satu pertanyaan, bagaimana sebuah tindakan disebut sebagai selingkuh? Secara umum bisa dikatakan, selingkuh sudah mulai terjadi, ketika kita sudah terpikat dengan orang lain yang bukan pasangan kita dan sudah melakukan hal-hal untuk bisa semakin dekat dengannya.
Lalu bagaimana jika teman curhat kita kadang membuat pasangan cemburu? Apakah kedekatan itu bisa dimasukkan perselingkuhan? Sebenarnya untuk curhat lebih bukan ke urusan terpikat tapi karena biasanya rasa percaya dan nyaman yang membuat kita bisa mengeluarkan unek-unek kita.
Sementara 'terpikat' adalah menyukai seseorang, bukan saja hanya sebatas curhat namun mulai menyukai hal lain yang ada dalam diri seseorang. Tertarik dengan tampangnya, tertarik dengan suaranya dan tertarik dengan sikapnya.
Selingkuh juga bisa dikatakan mulai terjadi ketika ada seseorang yang lain mengambil peran dari pacar kita yang resmi. Berbagai hal yang seharusnya dilakukan bersama kekasih tiba-tiba saja beralih ke seseorang yang lain, apalagi jika mulai memikirkan seseorang yang memang bukan pasangan kita.
Curhat pun bisa menjadi salah satu tindakan selingkuh ketika kita mulai enggan bahkan tidak pernah bercerita dan curhat hal apapun tentang diri kita pada pacar. Suatu hal yang seharusnya bisa kita curhatkan ke pacar kita, tapi kita lebih memilih ke orang lain. Menjadikan pacar kita menjadi pihak yang tidak tahu apa-apa tentang kita dibandingkan dengan orang yang lain.
Disinilah selingkuh mulai terjadi, yaitu saat kita membiarkan bahkan dengan senang hati seseorang yang lain mengambil segala peran dan kedudukan pasangan resmi kita. Sampai manakah tahap perselingkuhan Anda?
Tapi seringkali terlintas satu pertanyaan, bagaimana sebuah tindakan disebut sebagai selingkuh? Secara umum bisa dikatakan, selingkuh sudah mulai terjadi, ketika kita sudah terpikat dengan orang lain yang bukan pasangan kita dan sudah melakukan hal-hal untuk bisa semakin dekat dengannya.
Lalu bagaimana jika teman curhat kita kadang membuat pasangan cemburu? Apakah kedekatan itu bisa dimasukkan perselingkuhan? Sebenarnya untuk curhat lebih bukan ke urusan terpikat tapi karena biasanya rasa percaya dan nyaman yang membuat kita bisa mengeluarkan unek-unek kita.
Sementara 'terpikat' adalah menyukai seseorang, bukan saja hanya sebatas curhat namun mulai menyukai hal lain yang ada dalam diri seseorang. Tertarik dengan tampangnya, tertarik dengan suaranya dan tertarik dengan sikapnya.
Selingkuh juga bisa dikatakan mulai terjadi ketika ada seseorang yang lain mengambil peran dari pacar kita yang resmi. Berbagai hal yang seharusnya dilakukan bersama kekasih tiba-tiba saja beralih ke seseorang yang lain, apalagi jika mulai memikirkan seseorang yang memang bukan pasangan kita.
Curhat pun bisa menjadi salah satu tindakan selingkuh ketika kita mulai enggan bahkan tidak pernah bercerita dan curhat hal apapun tentang diri kita pada pacar. Suatu hal yang seharusnya bisa kita curhatkan ke pacar kita, tapi kita lebih memilih ke orang lain. Menjadikan pacar kita menjadi pihak yang tidak tahu apa-apa tentang kita dibandingkan dengan orang yang lain.
Disinilah selingkuh mulai terjadi, yaitu saat kita membiarkan bahkan dengan senang hati seseorang yang lain mengambil segala peran dan kedudukan pasangan resmi kita. Sampai manakah tahap perselingkuhan Anda?
Wanita Subur Lebih Doyan Selingkuh
Ternyata memudarnya cinta bukanlah satu-satunya alasan bagi wanita untuk berselingkuh. Dalam puncak masa subur, dorongan berselingkuh bagi para wanita juga ikut memuncak.
Masa subur wanita bisa menjadi faktor penyebab perselingkuhan. Wanita subur ternyata suka sekali melirik pria lain dan mencari kasih sayang dari belaian pria lain.
Namun tak serta merta wanita tersebut melirik pria manapun yang berada di dekatnya. Dilansir women, Rabu (1/2/2006), ketika masa ovulasi secara alamiah wanita merasa siap dibuahi. Pada saat wanita tersebut siap dibuahi, secara naluriah ia mencari pria yang bisa memberinya keturunan terbaik.
Nah, jika ia tak sepenuhnya puas dengan pasangannya, dorongan untuk mencari yang lebih baik pun timbul. Wanita tergerak untuk mencari bibit yang terbaik.
Hal ini juga terjadi sejak zaman purba. Para wanita cenderung mencari investasi jangka panjang untuk mendapat keturunan yang lebih baik.
Tapi diam-diam para pria juga bisa merasakan perilaku wanita yang sedang berovulasi. Pria yang merasa dirinya kurang tampan dan tak terlalu menarik cenderung menjadi posesif dan memberi perhatian lebih pada pasangannya.
Namun para pria jangan dulu khawatir, tak semua wanita akan melakukan hal ini. Menurut Steven W Gangstead, psikolog yang melakukan penelitian ini, hanya wanita yang benar-benar kurang puas dengan pasangannya akan terpikir untuk mencari bibit dari sumber lain.
Selain karena naluri, ternyata perubahan hormon para wanita juga mendukung terjadinya perilaku ini. Menurut Dr. Irwin Goldstein, dari Boston University School of Medicine, wanita yang tengah berovulasi memiliki tingkat hormon testoterone yang cukup tinggi. Meningkatnya hormon ini membuat gairah yang semakin meningkat. Secara tak sadar wanita merasa siap dibuahi dan berusaha mencari bibit yang terbaik.
Ketika libido sedang tinggi, wanita biasanya mencari pasangan yang dianggap bisa berfungsi seksual dengan baik. Jika masalah seksual sering mewarnai rumah tangga, maka para wanita mulai terpikir untuk berselingkuh.
"Kami tidak mengatakan wanita secara genetik diprogram untuk selingkuh. Wanita bukan robot yang selalu mengikuti gejala genetik. Selain genetik juga ada aspek psikologis dan biologis. Hubungan asmara juga diwarnai oleh rasa cinta dan konflik, ini adalah bagian dari konflik. Perselingkuhan adalah pilihan pribadi," jelas Gangstead
Masa subur wanita bisa menjadi faktor penyebab perselingkuhan. Wanita subur ternyata suka sekali melirik pria lain dan mencari kasih sayang dari belaian pria lain.
Namun tak serta merta wanita tersebut melirik pria manapun yang berada di dekatnya. Dilansir women, Rabu (1/2/2006), ketika masa ovulasi secara alamiah wanita merasa siap dibuahi. Pada saat wanita tersebut siap dibuahi, secara naluriah ia mencari pria yang bisa memberinya keturunan terbaik.
Nah, jika ia tak sepenuhnya puas dengan pasangannya, dorongan untuk mencari yang lebih baik pun timbul. Wanita tergerak untuk mencari bibit yang terbaik.
Hal ini juga terjadi sejak zaman purba. Para wanita cenderung mencari investasi jangka panjang untuk mendapat keturunan yang lebih baik.
Tapi diam-diam para pria juga bisa merasakan perilaku wanita yang sedang berovulasi. Pria yang merasa dirinya kurang tampan dan tak terlalu menarik cenderung menjadi posesif dan memberi perhatian lebih pada pasangannya.
Namun para pria jangan dulu khawatir, tak semua wanita akan melakukan hal ini. Menurut Steven W Gangstead, psikolog yang melakukan penelitian ini, hanya wanita yang benar-benar kurang puas dengan pasangannya akan terpikir untuk mencari bibit dari sumber lain.
Selain karena naluri, ternyata perubahan hormon para wanita juga mendukung terjadinya perilaku ini. Menurut Dr. Irwin Goldstein, dari Boston University School of Medicine, wanita yang tengah berovulasi memiliki tingkat hormon testoterone yang cukup tinggi. Meningkatnya hormon ini membuat gairah yang semakin meningkat. Secara tak sadar wanita merasa siap dibuahi dan berusaha mencari bibit yang terbaik.
Ketika libido sedang tinggi, wanita biasanya mencari pasangan yang dianggap bisa berfungsi seksual dengan baik. Jika masalah seksual sering mewarnai rumah tangga, maka para wanita mulai terpikir untuk berselingkuh.
"Kami tidak mengatakan wanita secara genetik diprogram untuk selingkuh. Wanita bukan robot yang selalu mengikuti gejala genetik. Selain genetik juga ada aspek psikologis dan biologis. Hubungan asmara juga diwarnai oleh rasa cinta dan konflik, ini adalah bagian dari konflik. Perselingkuhan adalah pilihan pribadi," jelas Gangstead
Wanita Merokok, Waspadai Menopause Dini
Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti Norwegia.
"Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok," kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo dan rekannya.
Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Namun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya 10 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 45 tahun.
Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.
Mereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasif juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir 10% perempuan memasuki menopause sebelum usia 45 tahun.
Sebanyak 25% adalah perokok saat ini, 28,7% adalah mantan perokok dan 35,2% dilaporkan perokok pasif saat ini. Perokok saat ini adalah 59% lebih mungkin untuk memasuki menopause sebelum usia 45 tahun, sedangkan menopause dini hampir dua kali lebih umum di kalangan perempuan yang merokok paling banyak.
Namun perempuan yang telah berhenti merokok setidaknya satu dasawarsa
sebelum menopause adalah 87% lebih mungkin dibandingkan dengan rekan sebaya mereka yang saat ini merokok dan telah memasuki masa menopause dini.
Dibandingkan dengan perempuan yang menikah, para janda juga menghadapi peningkatan resiko menopause dini, seperti juga perempuan yang mengatakan kondisi kesehatan mereka buruk. Perempuan yang lebih berpendidikan kurang mungkin untuk memasuki menopause dini, tapi mereka juga kurang mungkin menjadi perokok.
Keterlibatan pada kegiatan sosial juga mengurangi resiko menopause dini. Para peneliti tersebut tak menemukan hubungan antara konsumsi kopi atau alkohol atau perokok pasif dengan resiko menopause dini.
"Lebih cepat seorang perempuan berhenti merokok," kata Mikkelsen dan timnya, "Lebih banyak perlindungan yang ia dapatkan sehubungan dengan datangnya menopause dini."
"Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok," kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo dan rekannya.
Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Namun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya 10 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 45 tahun.
Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.
Mereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasif juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir 10% perempuan memasuki menopause sebelum usia 45 tahun.
Sebanyak 25% adalah perokok saat ini, 28,7% adalah mantan perokok dan 35,2% dilaporkan perokok pasif saat ini. Perokok saat ini adalah 59% lebih mungkin untuk memasuki menopause sebelum usia 45 tahun, sedangkan menopause dini hampir dua kali lebih umum di kalangan perempuan yang merokok paling banyak.
Namun perempuan yang telah berhenti merokok setidaknya satu dasawarsa
sebelum menopause adalah 87% lebih mungkin dibandingkan dengan rekan sebaya mereka yang saat ini merokok dan telah memasuki masa menopause dini.
Dibandingkan dengan perempuan yang menikah, para janda juga menghadapi peningkatan resiko menopause dini, seperti juga perempuan yang mengatakan kondisi kesehatan mereka buruk. Perempuan yang lebih berpendidikan kurang mungkin untuk memasuki menopause dini, tapi mereka juga kurang mungkin menjadi perokok.
Keterlibatan pada kegiatan sosial juga mengurangi resiko menopause dini. Para peneliti tersebut tak menemukan hubungan antara konsumsi kopi atau alkohol atau perokok pasif dengan resiko menopause dini.
"Lebih cepat seorang perempuan berhenti merokok," kata Mikkelsen dan timnya, "Lebih banyak perlindungan yang ia dapatkan sehubungan dengan datangnya menopause dini."
Wanita Karir Jauh Lebih Sehat?
Jika selama ini ada anggapan yang menyebutkan wanita karir susah membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga ada baiknya mulai berpikir lagi. Ilmuwan di Inggris menyebutkan berkutat dengan karir, menjadi istri sekaligus ibu akan membuat wanita tetap sehat.
Dalam sebuah penelitian terhadap wanita Inggris yang lahir pada 1946, ilmuwan menemukan mereka yang memiliki sejumlah peran, seperti sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, atau menjadi single parent sambil bekerja cenderung memiliki kondisi kesehatan yang jauh lebih baik dibanding mereka yang melulu hanya sebagai ibu rumah tangga.
Wanita yang memiliki satu peran saja dalam kehidupannya misalnya hanya menjadi ibu rumah tangga atau wanita berkerja yang tetap melajang umumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup nyata setelah mencapai usia paruh baya.
"Dalam laporan tersebut tertulis wanita yang memiliki dua atau lebih peran dalam kurun waktu yang cukup lama memiliki kondisi kesehatannya tetap baik pada saat ia mencapai usia 54 tahun," kata Dr Anne McMunn dari University College, London.
"Wanita karir cenderung memiliki kondisi kesehatan yang umumnya baik karena mereka mengkombinasikan karir dan keluarga dalam menjalani kehidupan," tambah McMunn.
McMunn dan tim menganalisa laporan kesehatan dari 2000 wanita dalam kisaran usia 26 hingga 54 tahun serta kaitan dengan berat badan. Selain juga melibatkan informasi mengenai status pernikahan, masa kerja serta jumlah anak-anak yang mereka miliki, yang semuanya dimuat dalam jurnal Epidemiology dan Community Health.
Para peneliti menemukan wanita yang hanya melakukan peran sebagai ibu rumah tangga sebagian besar dari hidupnya memiliki kondisi kesehatan yang jauh dari standar sehat, diikuti oleh ibu yang hanya berperan sebagai orang tua tunggal dan yang terakhir adalah mereka yang tidak memiliki anak atau tetap melajang.
Ibu rumah tangga cenderung memiliki kelebihan berat badan lebih cepat dengan tingkat obesitas rata-rata yang paling tinggi sekitar 38 persen, sementara wanita yang berperan sebagai istri, ibu dan berkarir sedikit sekali yang mengalami kelebihan berat badan.
McMunn mengatakan sebenarnya telah diketahui cukup lama bahwa wanita yang menggabungkan beberapa peran dalam hidupnya yaitu karir dan bekeluarga memiliki kondisi kesehatan yang baik. Namun masih belum jelas apakah mereka bekerja dan bekeluarga karena sehat atau mereka sehat karena menggabungkan peran sebagai istri, ibu dan sekaligus berkarir. Dan studi ini adalah yang pertama dan masih akan terus berlanjut untuk mengetahui yang mana lebih berperan.
Bisa jadi ada keuntungan atau manfaat besar yang diberikan bagi kesehatan untuk jangka waktu panjang dengan kemampuan berperan di berbagai bidang dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sebuah penelitian terhadap wanita Inggris yang lahir pada 1946, ilmuwan menemukan mereka yang memiliki sejumlah peran, seperti sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, atau menjadi single parent sambil bekerja cenderung memiliki kondisi kesehatan yang jauh lebih baik dibanding mereka yang melulu hanya sebagai ibu rumah tangga.
Wanita yang memiliki satu peran saja dalam kehidupannya misalnya hanya menjadi ibu rumah tangga atau wanita berkerja yang tetap melajang umumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup nyata setelah mencapai usia paruh baya.
"Dalam laporan tersebut tertulis wanita yang memiliki dua atau lebih peran dalam kurun waktu yang cukup lama memiliki kondisi kesehatannya tetap baik pada saat ia mencapai usia 54 tahun," kata Dr Anne McMunn dari University College, London.
"Wanita karir cenderung memiliki kondisi kesehatan yang umumnya baik karena mereka mengkombinasikan karir dan keluarga dalam menjalani kehidupan," tambah McMunn.
McMunn dan tim menganalisa laporan kesehatan dari 2000 wanita dalam kisaran usia 26 hingga 54 tahun serta kaitan dengan berat badan. Selain juga melibatkan informasi mengenai status pernikahan, masa kerja serta jumlah anak-anak yang mereka miliki, yang semuanya dimuat dalam jurnal Epidemiology dan Community Health.
Para peneliti menemukan wanita yang hanya melakukan peran sebagai ibu rumah tangga sebagian besar dari hidupnya memiliki kondisi kesehatan yang jauh dari standar sehat, diikuti oleh ibu yang hanya berperan sebagai orang tua tunggal dan yang terakhir adalah mereka yang tidak memiliki anak atau tetap melajang.
Ibu rumah tangga cenderung memiliki kelebihan berat badan lebih cepat dengan tingkat obesitas rata-rata yang paling tinggi sekitar 38 persen, sementara wanita yang berperan sebagai istri, ibu dan berkarir sedikit sekali yang mengalami kelebihan berat badan.
McMunn mengatakan sebenarnya telah diketahui cukup lama bahwa wanita yang menggabungkan beberapa peran dalam hidupnya yaitu karir dan bekeluarga memiliki kondisi kesehatan yang baik. Namun masih belum jelas apakah mereka bekerja dan bekeluarga karena sehat atau mereka sehat karena menggabungkan peran sebagai istri, ibu dan sekaligus berkarir. Dan studi ini adalah yang pertama dan masih akan terus berlanjut untuk mengetahui yang mana lebih berperan.
Bisa jadi ada keuntungan atau manfaat besar yang diberikan bagi kesehatan untuk jangka waktu panjang dengan kemampuan berperan di berbagai bidang dalam kehidupan bermasyarakat.
Wanita Lebih Mudah 'Bete' di Pagi Hari
Sebuah Survei terbaru yang dilakukan Sleep Council London membuktikan ternyata wanita lebih sering bangun dengan keadaan bad mood dan tak bergairah dibanding pria.
Studi yang dilakukan ilmuwan Inggris ini menemukan banyak wanita mengaku mengalami perasaan yang tak menyenangkan saat mereka bangun dan berlanjut selama lebih dari dua atau empat jam berikutnya. Statistik menunjukkan sekitar 13 persen wanita lebih sering menggerutu dan cepat tersinggung saat bangun di pagi hari dibandingkan statistik pria yang hanya sekitar 10 persen.
Selain meneliti mood (suasana hati) saat bangun tidur, responden juga ditanya alasan yang mendasari mereka bangun dengan perasaan yang tak menyenangkan. Hasilny, sekitar 41 persen dari responden menyebut kurangnya jam tidur yang membuat mereka bete di pagi hari.
"Kenyamanan tempat tidur juga menjadi faktor pemicu bad mood di pagi hari. Sementara banyak dari responden mengatakan tak nyaman dengan tempat tidur mereka, 10 persen-nya mengatakan ranjang menjadi alasan utama mereka tak bisa tidur nyenyak," jelas Jessica Alexander dari Sleep Council, seperti dilansir dari Scotman, Kamis (26/10/06).
Menanggapi hasil survei ini, Dr. Mark Mahowald, Director Minnesota Regional Sleep Disorders Center, mengatakan adalah hal wajar jika tidur yang tak berkualitas menjadi pemicu utama seseorang mudah bad mood di pagi hari.
"Saya tak terkejut dengan kenyataan itu, karena hampir sebagian orang lebih mudah cepat tersinggung karena kualiatas tidur yang buruk di malam hari. Salah satu konsekuensi dari gangguan pola tidur adalah rasa marah dan memburuknya suasana hati selama beberapa jam," papar Mahowald.
Dr. Mahowald juga menambahkan teman tidur yang mengorok juga menjadi penyebab menurunnya kualitas tidur di malam hari yang terjadi hampir pada sebagian besar wanita.
Hasil penelitian menunjukkan sepertiga responden menyalahkan dengkuran pasangan mereka yang menyebabkan mereka sering bete di pagi hari. Ironisnya, banyak kalangan yang menyepelekan gangguan ini dan menganggapnya angin lalu, padahal suara dengkurang sangat menganggu mereka yang tidur dalam satu ruangan. Karena itu mengobati dengkuran bisa jadi salah satu solusi memperbaiki kualitas tidur di malam hari, dan menjauhkan pasangan Anda dari bad mood di pagi hari.
Studi yang dilakukan ilmuwan Inggris ini menemukan banyak wanita mengaku mengalami perasaan yang tak menyenangkan saat mereka bangun dan berlanjut selama lebih dari dua atau empat jam berikutnya. Statistik menunjukkan sekitar 13 persen wanita lebih sering menggerutu dan cepat tersinggung saat bangun di pagi hari dibandingkan statistik pria yang hanya sekitar 10 persen.
Selain meneliti mood (suasana hati) saat bangun tidur, responden juga ditanya alasan yang mendasari mereka bangun dengan perasaan yang tak menyenangkan. Hasilny, sekitar 41 persen dari responden menyebut kurangnya jam tidur yang membuat mereka bete di pagi hari.
"Kenyamanan tempat tidur juga menjadi faktor pemicu bad mood di pagi hari. Sementara banyak dari responden mengatakan tak nyaman dengan tempat tidur mereka, 10 persen-nya mengatakan ranjang menjadi alasan utama mereka tak bisa tidur nyenyak," jelas Jessica Alexander dari Sleep Council, seperti dilansir dari Scotman, Kamis (26/10/06).
Menanggapi hasil survei ini, Dr. Mark Mahowald, Director Minnesota Regional Sleep Disorders Center, mengatakan adalah hal wajar jika tidur yang tak berkualitas menjadi pemicu utama seseorang mudah bad mood di pagi hari.
"Saya tak terkejut dengan kenyataan itu, karena hampir sebagian orang lebih mudah cepat tersinggung karena kualiatas tidur yang buruk di malam hari. Salah satu konsekuensi dari gangguan pola tidur adalah rasa marah dan memburuknya suasana hati selama beberapa jam," papar Mahowald.
Dr. Mahowald juga menambahkan teman tidur yang mengorok juga menjadi penyebab menurunnya kualitas tidur di malam hari yang terjadi hampir pada sebagian besar wanita.
Hasil penelitian menunjukkan sepertiga responden menyalahkan dengkuran pasangan mereka yang menyebabkan mereka sering bete di pagi hari. Ironisnya, banyak kalangan yang menyepelekan gangguan ini dan menganggapnya angin lalu, padahal suara dengkurang sangat menganggu mereka yang tidur dalam satu ruangan. Karena itu mengobati dengkuran bisa jadi salah satu solusi memperbaiki kualitas tidur di malam hari, dan menjauhkan pasangan Anda dari bad mood di pagi hari.
Subscribe to:
Posts (Atom)